Haid / Menstruasi atau datang bulan merupakan salah satu perubahan fisiologis tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh
hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menipause.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari,
walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus
menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari
hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari,
kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari
paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu
termasuk darah penyakit. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10 mL hingga 80 mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35 mL per harinya.
Banyak perempuan yang
sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit
perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan
acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih
sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana
cara mengatasinya?
Tentu kita semua tahu bahwa menstruasi adalah kejadian bulanan yang
lazim pada wanita, di mana lapisan rahim (uterus) akan terkelupas secara
periodik, yang kemudian dibuang melewati lubang kecil jalan lahir
sebagai darah mens.
Sakit perut saat haid, baik berupa nyeri atau kram, dan ketidaknyamanan
menjadi hal yang banyak dialami oleh kaum hawa, sebagian besar merupakan
kondisi yang normal. Namun, rasa sakit yang berlebihan yang sampai Anda
tidak bisa masuk kerja ataupun sekolah, maka bisa dikatakan itu bukan
kondisi yang biasa.
Istilah medis sakit perut saat haid adalah dismenore. Secara garis besar
dismenore dibagi menjadi dua, yaitu primer dan skunder:
Dismenore primer ketika nyeri haid memang sudah dialami pada saat
seorang wanita mulai haid, biasanya ini merupakan kondisi yang normal.
Dismenore skunder ketika sakit saat haid muncul pada periode
menstruasi yang ke sekian kali, padahal periode haid sebelum-sebelumnya
tidak pernah mengalaminya. Kondisi ini biasanya disertai dengan masalah
yang mempengaruhi rahim atau organ panggul lainnya.
mengatasi mengatasi sakit perut saat haid
Apa Penyebab Sakit Perut Saat Haid?
Pada dismenore primer mungkin tidak ada penyebab yang dapat
diidentifikasi. Namun demikian, ada bebrapa faktor risiko yang
menyebabkan sakit perut saat haaid ini seperti:
Usia di bawah 20 tahun
Riwayat keluarga dismenore
Perokok
Pendarahan yang banyak saat haid
Siklus menstruasi yang tidak teratur
Belum pernah melahirkan
Pubertas dini, sudah mencapai pubertas sebelum usia 11 tahun
Zat hormon seperti prostaglandin memicu kontraksi otot rahim untuk
membantu mengeluarkan darah mens setiap bulan. Kontraksi ini dapat
menyebabkan rasa sakit di perut saat haid. Pada beberapa wanita yang
memiliki kadar prostaglandin tinggi, maka bisa mengalami sakit perut
saat haid (kram) yang lebih berat (Mayo Clinic)
Dalam beberapa kasus, seperti pada dismenore sekunder, nyeri haid dapat
disebabkan oleh kondisi medis sebagai berikut:
Premenstrual syndrome (PMS)
Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim)
Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam
dinding otot rahim
Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker)
Penyakit radang panggul
Infeksi Menular Seksual (IMS)
Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim
sangat kecil , sehingga memperlambat aliran darah haid.
Di samping itu, beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya intrauterine
device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, dapat meningkatkan
rasa sakit perut saat haid. Lebihh lanjut silahkan baca: Efek Samping KB
IUD/Spiral
Baca di sini untuk penyebab sakit perut selain menstruasi: Penyebab
Sakit Perut Pada Wanita
Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid
Tak jarang, perawatan sederhana di rumah bisa berhasil dalam mengurangi
dismenore yang menyakitkan. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan
untuk mengatasi sakit perut saat haid:
Menggunakan bantal pemanas atau botol yang berisi air hangat untuk
diterapkan pada daerah perut bawah pusar sambil dilakukan penakanan
ringan.
Memijat perut dengan ringan.
Mandi air hangat.
Menaikkan kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk.
Latihan fisik secara teratur (dilakukan shari-hari, bukan pada saat
sakit perut).
Makan ringan, makanan bergizi.
Berlatih teknik relaksasi atau yoga.
Minum obat anti-inflamasi atau anti-nyeri seperti ibuprofen pada
saat seorang, bisa juga untuk pencegahan yaitu diminum beberapa hari
sebelum menstruasi datang (jika jadwalnya teratur).
Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1,
vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium.
Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah perut
kembung.
Pengobatan Sakit Perut saat Haid Secara Medis
Jika perawatan di rumah tidak berhasil dalam mengurangi nyeri haid, maka
ada sejumlah pilihan pengobatan medis yang dapat dilakukan. Pengobatan
akan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kram perut yang
terjadi. Jika rasa sakit disebabkan oleh PID atau IMS, maka ini memang
harus diobati secara medis. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk
membersihkan infeksi. Dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa
sakit (analgetik).
Obat nyeri haid yang sering digunakan, termasuk:
Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID)
Antidepresan
Antispasmodik misalnya hyosin
Antibiotik (jika penyebabnya infeksi)
Seringkali dokter menyarankan agar Anda mencoba KB hormonal. KB hormonal
tersedia dalam bentuk pil, susuk atau implan, dan injeksi. Bagaimana KB
hormonal bisa mengatasi sakit perut saat haid? Karena KB hormonal akan
mencegah ovulasi. Lebih lanjut: 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai
Tuntas
Apabila nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau uterine fibroid
danketika pilihan pengobatan tidak berhasil, maka akan diperlukan
prosedur bedah atau operasi. Bahkan dalam kasus yang sangat langka,
histerektomi (operasi pengangkatan rahim seluruhnya) juga merupakan
pilihan jika pengobatan lain tidak bekerja dan sakit perut saat haid
(dismenore) begitu parah.
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Banyak perempuan yang
sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit
perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan
acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih
sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana
cara mengatasinya?
Tentu kita semua tahu bahwa menstruasi adalah kejadian bulanan yang
lazim pada wanita, di mana lapisan rahim (uterus) akan terkelupas secara
periodik, yang kemudian dibuang melewati lubang kecil jalan lahir
sebagai darah mens.
Sakit perut saat haid, baik berupa nyeri atau kram, dan ketidaknyamanan
menjadi hal yang banyak dialami oleh kaum hawa, sebagian besar merupakan
kondisi yang normal. Namun, rasa sakit yang berlebihan yang sampai Anda
tidak bisa masuk kerja ataupun sekolah, maka bisa dikatakan itu bukan
kondisi yang biasa.
Istilah medis sakit perut saat haid adalah dismenore. Secara garis besar
dismenore dibagi menjadi dua, yaitu primer dan skunder:
Dismenore primer ketika nyeri haid memang sudah dialami pada saat
seorang wanita mulai haid, biasanya ini merupakan kondisi yang normal.
Dismenore skunder ketika sakit saat haid muncul pada periode
menstruasi yang ke sekian kali, padahal periode haid sebelum-sebelumnya
tidak pernah mengalaminya. Kondisi ini biasanya disertai dengan masalah
yang mempengaruhi rahim atau organ panggul lainnya.
mengatasi mengatasi sakit perut saat haid
Apa Penyebab Sakit Perut Saat Haid?
Pada dismenore primer mungkin tidak ada penyebab yang dapat
diidentifikasi. Namun demikian, ada bebrapa faktor risiko yang
menyebabkan sakit perut saat haaid ini seperti:
Usia di bawah 20 tahun
Riwayat keluarga dismenore
Perokok
Pendarahan yang banyak saat haid
Siklus menstruasi yang tidak teratur
Belum pernah melahirkan
Pubertas dini, sudah mencapai pubertas sebelum usia 11 tahun
Zat hormon seperti prostaglandin memicu kontraksi otot rahim untuk
membantu mengeluarkan darah mens setiap bulan. Kontraksi ini dapat
menyebabkan rasa sakit di perut saat haid. Pada beberapa wanita yang
memiliki kadar prostaglandin tinggi, maka bisa mengalami sakit perut
saat haid (kram) yang lebih berat (Mayo Clinic)
Dalam beberapa kasus, seperti pada dismenore sekunder, nyeri haid dapat
disebabkan oleh kondisi medis sebagai berikut:
Premenstrual syndrome (PMS)
Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim)
Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam
dinding otot rahim
Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker)
Penyakit radang panggul
Infeksi Menular Seksual (IMS)
Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim
sangat kecil , sehingga memperlambat aliran darah haid.
Di samping itu, beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya intrauterine
device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, dapat meningkatkan
rasa sakit perut saat haid. Lebihh lanjut silahkan baca: Efek Samping KB
IUD/Spiral
Baca di sini untuk penyebab sakit perut selain menstruasi: Penyebab
Sakit Perut Pada Wanita
Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid
Tak jarang, perawatan sederhana di rumah bisa berhasil dalam mengurangi
dismenore yang menyakitkan. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan
untuk mengatasi sakit perut saat haid:
Menggunakan bantal pemanas atau botol yang berisi air hangat untuk
diterapkan pada daerah perut bawah pusar sambil dilakukan penakanan
ringan.
Memijat perut dengan ringan.
Mandi air hangat.
Menaikkan kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk.
Latihan fisik secara teratur (dilakukan shari-hari, bukan pada saat
sakit perut).
Makan ringan, makanan bergizi.
Berlatih teknik relaksasi atau yoga.
Minum obat anti-inflamasi atau anti-nyeri seperti ibuprofen pada
saat seorang, bisa juga untuk pencegahan yaitu diminum beberapa hari
sebelum menstruasi datang (jika jadwalnya teratur).
Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1,
vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium.
Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah perut
kembung.
Pengobatan Sakit Perut saat Haid Secara Medis
Jika perawatan di rumah tidak berhasil dalam mengurangi nyeri haid, maka
ada sejumlah pilihan pengobatan medis yang dapat dilakukan. Pengobatan
akan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kram perut yang
terjadi. Jika rasa sakit disebabkan oleh PID atau IMS, maka ini memang
harus diobati secara medis. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk
membersihkan infeksi. Dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa
sakit (analgetik).
Obat nyeri haid yang sering digunakan, termasuk:
Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID)
Antidepresan
Antispasmodik misalnya hyosin
Antibiotik (jika penyebabnya infeksi)
Seringkali dokter menyarankan agar Anda mencoba KB hormonal. KB hormonal
tersedia dalam bentuk pil, susuk atau implan, dan injeksi. Bagaimana KB
hormonal bisa mengatasi sakit perut saat haid? Karena KB hormonal akan
mencegah ovulasi. Lebih lanjut: 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai
Tuntas
Apabila nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau uterine fibroid
danketika pilihan pengobatan tidak berhasil, maka akan diperlukan
prosedur bedah atau operasi. Bahkan dalam kasus yang sangat langka,
histerektomi (operasi pengangkatan rahim seluruhnya) juga merupakan
pilihan jika pengobatan lain tidak bekerja dan sakit perut saat haid
(dismenore) begitu parah.
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Nyeri saat menstruasi sebenarnya merupakan masalah yang sangat umum
terjadi pada wanita. Tetapi karena gangguan ini bersifat subyektif, maka intensitasnya pun sulit untuk dinilai. Dalam bahasa medis,
yang dimaksud nyeri menstruasi (dismenore) adalah nyeri yang
terjadi pada periode menstruasi, yang biasanya timbul beberapa hari
sebelum menstruasi dan mulai menghilang seiring dengan berakhirnya
periode menstruasi, dengan keluhan yang cukup berat sehingga
dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore ini terjadi pada 40%
wanita yang mengalami menstruasi, sehingga seringkali mengganggu
aktivitas, seperti sekolah maupun bekerja. Memang untuk sebagian wanita
nyeri menstruasi tersebut dapat terasa sangat berat, tetapi tentu saja
ada juga sebagian wanita yang tidak mengalami gangguan selama
menstruasi. Dismenore itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian:
- Dismenore primer : nyeri menstruasi tidak berkaitan dengan masalah spesifik pada organ kewanitaan lainnya.
- Dismenore sekunder : nyeri menstruasi disebabkan karena proses penyakit pada organ kewanitaan lainnya, seperti adanya proses tumor, infeksi, ataupun kanker pada rahim, tuba falopii, ovarium.
Pada dismenore primer, nyeri biasanya menyerang wanita muda
karena dismenore ini biasanya berlangsung segera setelah wanita
tersebut mengalami menstruasi pertama. Seringkali pada dismenore tipe
ini, nyeri berkurang intensitasnya atau bahkan hilang sama sekali setelah usia 20an atau setelah melahirkan anak, untuk sebab yang tidak diketahui.
Sedangkan pada dismenore sekunder, nyeri dapat terjadi kapan saja
tetapi biasanya nyeri mulai terjadi beberapa tahun setelah menstruasi
normal.
Gejala yang umum terjadi yaitu :
- Nyeri tumpul atau berdenyut pada perut bagian bawah
- Nyeri menyebar ke punggung bagian bawah dan daerah sekitar paha (seperti terasa pegal-pegal) terkadang dapat disertai dengan mual dan muntah, lebih mudah BAB, berkeringat, kepala terasa pening
Penyebab :
Pada dismenore primer, nyeri disebabkan
karena dinding rahim melepaskan substansi yang disebut Prostaglandin,
yang memicu terjadinya kontraksi dinding rahim, walaupun belum diketahui
dengan pasti, tetapi Prostaglandin ini diduga sebagai penyebab utama
timbulnya nyeri pada saat menstruasi.
Penyebab dismenore
sekunder :
- Endometriosis
- Pelvic Inflammatory Disease
- Pengunaan IUD
Untuk negetahui penyebab dari nyeri haid anda, ana harus melalui
serangkaian pemeriksaan seperti : anamnesa (riwayat penyakit anda),
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan panggul. Pada dismenore sekunder,
dapat dilakukan pemeriksaan sesuai dengan jenis penyakit penyebabnya,
seperti : CT scan atau MRI, laparoskopi, histeroskopi
Pada umumnya dismenore primer tidak berbahaya, kecuali bila memang
diduga sebagai dismenore sekunder. Komplikasi yang mungkin terjadi pada
dismenore sekunder tergantung dari penyebabnya, seperti adanya PID dapat
menyebabkan peradangan pada tuba falopii dan mengganggu sistem
reproduksi, selain itu endometriosis juga dapat menyebabkan
infertilitas.
Untuk mengatasi nyeri menganggu ini, golongan obat yang dapat digunakan
untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saat mengalami dismenore:
- Anti Inflamasi Non Steroid: - Ibuprofen, Diclofenac
- Cyclooxygenase 2 (COX-2) Inhibitor: - Valdecoxib, Rofecoxib
Selain itu, dapat dilakukan cara yang mudah untuk sedikit mengurangi
rasa tidak nyaman pada perut, yaitu :
- Letakkan handuk hangat pada daerah perut yang sakit
- Istirahat yang cukup
- Hindari stres
- Olah raga teratur, sehingga terjadi peningkatan endorfin, yang dapat mengurangi rasa sakit dari dalam tubuh secara alami.
Salam Sehat,
PLANET FARMAKOLOGI
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Banyak perempuan yang
sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit
perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan
acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih
sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana
cara mengatasinya?
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Banyak perempuan yang
sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit
perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan
acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih
sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana
cara mengatasinya?
Tentu kita semua tahu bahwa menstruasi adalah kejadian bulanan yang
lazim pada wanita, di mana lapisan rahim (uterus) akan terkelupas secara
periodik, yang kemudian dibuang melewati lubang kecil jalan lahir
sebagai darah mens.
Sakit perut saat haid, baik berupa nyeri atau kram, dan ketidaknyamanan
menjadi hal yang banyak dialami oleh kaum hawa, sebagian besar merupakan
kondisi yang normal. Namun, rasa sakit yang berlebihan yang sampai Anda
tidak bisa masuk kerja ataupun sekolah, maka bisa dikatakan itu bukan
kondisi yang biasa.
Istilah medis sakit perut saat haid adalah dismenore. Secara garis besar
dismenore dibagi menjadi dua, yaitu primer dan skunder:
Dismenore primer ketika nyeri haid memang sudah dialami pada saat
seorang wanita mulai haid, biasanya ini merupakan kondisi yang normal.
Dismenore skunder ketika sakit saat haid muncul pada periode
menstruasi yang ke sekian kali, padahal periode haid sebelum-sebelumnya
tidak pernah mengalaminya. Kondisi ini biasanya disertai dengan masalah
yang mempengaruhi rahim atau organ panggul lainnya.
mengatasi mengatasi sakit perut saat haid
Apa Penyebab Sakit Perut Saat Haid?
Pada dismenore primer mungkin tidak ada penyebab yang dapat
diidentifikasi. Namun demikian, ada bebrapa faktor risiko yang
menyebabkan sakit perut saat haaid ini seperti:
Usia di bawah 20 tahun
Riwayat keluarga dismenore
Perokok
Pendarahan yang banyak saat haid
Siklus menstruasi yang tidak teratur
Belum pernah melahirkan
Pubertas dini, sudah mencapai pubertas sebelum usia 11 tahun
Zat hormon seperti prostaglandin memicu kontraksi otot rahim untuk
membantu mengeluarkan darah mens setiap bulan. Kontraksi ini dapat
menyebabkan rasa sakit di perut saat haid. Pada beberapa wanita yang
memiliki kadar prostaglandin tinggi, maka bisa mengalami sakit perut
saat haid (kram) yang lebih berat (Mayo Clinic)
Dalam beberapa kasus, seperti pada dismenore sekunder, nyeri haid dapat
disebabkan oleh kondisi medis sebagai berikut:
Premenstrual syndrome (PMS)
Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim)
Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam
dinding otot rahim
Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker)
Penyakit radang panggul
Infeksi Menular Seksual (IMS)
Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim
sangat kecil , sehingga memperlambat aliran darah haid.
Di samping itu, beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya intrauterine
device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, dapat meningkatkan
rasa sakit perut saat haid. Lebihh lanjut silahkan baca: Efek Samping KB
IUD/Spiral
Baca di sini untuk penyebab sakit perut selain menstruasi: Penyebab
Sakit Perut Pada Wanita
Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid
Tak jarang, perawatan sederhana di rumah bisa berhasil dalam mengurangi
dismenore yang menyakitkan. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan
untuk mengatasi sakit perut saat haid:
Menggunakan bantal pemanas atau botol yang berisi air hangat untuk
diterapkan pada daerah perut bawah pusar sambil dilakukan penakanan
ringan.
Memijat perut dengan ringan.
Mandi air hangat.
Menaikkan kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk.
Latihan fisik secara teratur (dilakukan shari-hari, bukan pada saat
sakit perut).
Makan ringan, makanan bergizi.
Berlatih teknik relaksasi atau yoga.
Minum obat anti-inflamasi atau anti-nyeri seperti ibuprofen pada
saat seorang, bisa juga untuk pencegahan yaitu diminum beberapa hari
sebelum menstruasi datang (jika jadwalnya teratur).
Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1,
vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium.
Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah perut
kembung.
Pengobatan Sakit Perut saat Haid Secara Medis
Jika perawatan di rumah tidak berhasil dalam mengurangi nyeri haid, maka
ada sejumlah pilihan pengobatan medis yang dapat dilakukan. Pengobatan
akan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kram perut yang
terjadi. Jika rasa sakit disebabkan oleh PID atau IMS, maka ini memang
harus diobati secara medis. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk
membersihkan infeksi. Dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa
sakit (analgetik).
Obat nyeri haid yang sering digunakan, termasuk:
Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID)
Antidepresan
Antispasmodik misalnya hyosin
Antibiotik (jika penyebabnya infeksi)
Seringkali dokter menyarankan agar Anda mencoba KB hormonal. KB hormonal
tersedia dalam bentuk pil, susuk atau implan, dan injeksi. Bagaimana KB
hormonal bisa mengatasi sakit perut saat haid? Karena KB hormonal akan
mencegah ovulasi. Lebih lanjut: 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai
Tuntas
Apabila nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau uterine fibroid
danketika pilihan pengobatan tidak berhasil, maka akan diperlukan
prosedur bedah atau operasi. Bahkan dalam kasus yang sangat langka,
histerektomi (operasi pengangkatan rahim seluruhnya) juga merupakan
pilihan jika pengobatan lain tidak bekerja dan sakit perut saat haid
(dismenore) begitu parah.
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus