Rabu, 12 Juli 2017

Mengapa Saat Haid (Menstruasi) Terjadi Nyeri ?

Haid / Menstruasi atau datang bulan merupakan salah satu perubahan fisiologis tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menipause.

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10 mL hingga 80 mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35 mL per harinya.

Banyak perempuan yang sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana cara mengatasinya? Tentu kita semua tahu bahwa menstruasi adalah kejadian bulanan yang lazim pada wanita, di mana lapisan rahim (uterus) akan terkelupas secara periodik, yang kemudian dibuang melewati lubang kecil jalan lahir sebagai darah mens. Sakit perut saat haid, baik berupa nyeri atau kram, dan ketidaknyamanan menjadi hal yang banyak dialami oleh kaum hawa, sebagian besar merupakan kondisi yang normal. Namun, rasa sakit yang berlebihan yang sampai Anda tidak bisa masuk kerja ataupun sekolah, maka bisa dikatakan itu bukan kondisi yang biasa. Istilah medis sakit perut saat haid adalah dismenore. Secara garis besar dismenore dibagi menjadi dua, yaitu primer dan skunder: Dismenore primer ketika nyeri haid memang sudah dialami pada saat seorang wanita mulai haid, biasanya ini merupakan kondisi yang normal. Dismenore skunder ketika sakit saat haid muncul pada periode menstruasi yang ke sekian kali, padahal periode haid sebelum-sebelumnya tidak pernah mengalaminya. Kondisi ini biasanya disertai dengan masalah yang mempengaruhi rahim atau organ panggul lainnya. mengatasi mengatasi sakit perut saat haid Apa Penyebab Sakit Perut Saat Haid? Pada dismenore primer mungkin tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi. Namun demikian, ada bebrapa faktor risiko yang menyebabkan sakit perut saat haaid ini seperti: Usia di bawah 20 tahun Riwayat keluarga dismenore Perokok Pendarahan yang banyak saat haid Siklus menstruasi yang tidak teratur Belum pernah melahirkan Pubertas dini, sudah mencapai pubertas sebelum usia 11 tahun Zat hormon seperti prostaglandin memicu kontraksi otot rahim untuk membantu mengeluarkan darah mens setiap bulan. Kontraksi ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut saat haid. Pada beberapa wanita yang memiliki kadar prostaglandin tinggi, maka bisa mengalami sakit perut saat haid (kram) yang lebih berat (Mayo Clinic) Dalam beberapa kasus, seperti pada dismenore sekunder, nyeri haid dapat disebabkan oleh kondisi medis sebagai berikut: Premenstrual syndrome (PMS) Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim) Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker) Penyakit radang panggul Infeksi Menular Seksual (IMS) Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim sangat kecil , sehingga memperlambat aliran darah haid. Di samping itu, beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya intrauterine device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, dapat meningkatkan rasa sakit perut saat haid. Lebihh lanjut silahkan baca: Efek Samping KB IUD/Spiral Baca di sini untuk penyebab sakit perut selain menstruasi: Penyebab Sakit Perut Pada Wanita Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid Tak jarang, perawatan sederhana di rumah bisa berhasil dalam mengurangi dismenore yang menyakitkan. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sakit perut saat haid: Menggunakan bantal pemanas atau botol yang berisi air hangat untuk diterapkan pada daerah perut bawah pusar sambil dilakukan penakanan ringan. Memijat perut dengan ringan. Mandi air hangat. Menaikkan kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk. Latihan fisik secara teratur (dilakukan shari-hari, bukan pada saat sakit perut). Makan ringan, makanan bergizi. Berlatih teknik relaksasi atau yoga. Minum obat anti-inflamasi atau anti-nyeri seperti ibuprofen pada saat seorang, bisa juga untuk pencegahan yaitu diminum beberapa hari sebelum menstruasi datang (jika jadwalnya teratur). Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1, vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium. Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah perut kembung. Pengobatan Sakit Perut saat Haid Secara Medis Jika perawatan di rumah tidak berhasil dalam mengurangi nyeri haid, maka ada sejumlah pilihan pengobatan medis yang dapat dilakukan. Pengobatan akan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kram perut yang terjadi. Jika rasa sakit disebabkan oleh PID atau IMS, maka ini memang harus diobati secara medis. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi. Dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa sakit (analgetik). Obat nyeri haid yang sering digunakan, termasuk: Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) Antidepresan Antispasmodik misalnya hyosin Antibiotik (jika penyebabnya infeksi) Seringkali dokter menyarankan agar Anda mencoba KB hormonal. KB hormonal tersedia dalam bentuk pil, susuk atau implan, dan injeksi. Bagaimana KB hormonal bisa mengatasi sakit perut saat haid? Karena KB hormonal akan mencegah ovulasi. Lebih lanjut: 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai Tuntas Apabila nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau uterine fibroid danketika pilihan pengobatan tidak berhasil, maka akan diperlukan prosedur bedah atau operasi. Bahkan dalam kasus yang sangat langka, histerektomi (operasi pengangkatan rahim seluruhnya) juga merupakan pilihan jika pengobatan lain tidak bekerja dan sakit perut saat haid (dismenore) begitu parah.
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Banyak perempuan yang sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana cara mengatasinya? Tentu kita semua tahu bahwa menstruasi adalah kejadian bulanan yang lazim pada wanita, di mana lapisan rahim (uterus) akan terkelupas secara periodik, yang kemudian dibuang melewati lubang kecil jalan lahir sebagai darah mens. Sakit perut saat haid, baik berupa nyeri atau kram, dan ketidaknyamanan menjadi hal yang banyak dialami oleh kaum hawa, sebagian besar merupakan kondisi yang normal. Namun, rasa sakit yang berlebihan yang sampai Anda tidak bisa masuk kerja ataupun sekolah, maka bisa dikatakan itu bukan kondisi yang biasa. Istilah medis sakit perut saat haid adalah dismenore. Secara garis besar dismenore dibagi menjadi dua, yaitu primer dan skunder: Dismenore primer ketika nyeri haid memang sudah dialami pada saat seorang wanita mulai haid, biasanya ini merupakan kondisi yang normal. Dismenore skunder ketika sakit saat haid muncul pada periode menstruasi yang ke sekian kali, padahal periode haid sebelum-sebelumnya tidak pernah mengalaminya. Kondisi ini biasanya disertai dengan masalah yang mempengaruhi rahim atau organ panggul lainnya. mengatasi mengatasi sakit perut saat haid Apa Penyebab Sakit Perut Saat Haid? Pada dismenore primer mungkin tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi. Namun demikian, ada bebrapa faktor risiko yang menyebabkan sakit perut saat haaid ini seperti: Usia di bawah 20 tahun Riwayat keluarga dismenore Perokok Pendarahan yang banyak saat haid Siklus menstruasi yang tidak teratur Belum pernah melahirkan Pubertas dini, sudah mencapai pubertas sebelum usia 11 tahun Zat hormon seperti prostaglandin memicu kontraksi otot rahim untuk membantu mengeluarkan darah mens setiap bulan. Kontraksi ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut saat haid. Pada beberapa wanita yang memiliki kadar prostaglandin tinggi, maka bisa mengalami sakit perut saat haid (kram) yang lebih berat (Mayo Clinic) Dalam beberapa kasus, seperti pada dismenore sekunder, nyeri haid dapat disebabkan oleh kondisi medis sebagai berikut: Premenstrual syndrome (PMS) Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim) Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker) Penyakit radang panggul Infeksi Menular Seksual (IMS) Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim sangat kecil , sehingga memperlambat aliran darah haid. Di samping itu, beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya intrauterine device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, dapat meningkatkan rasa sakit perut saat haid. Lebihh lanjut silahkan baca: Efek Samping KB IUD/Spiral Baca di sini untuk penyebab sakit perut selain menstruasi: Penyebab Sakit Perut Pada Wanita Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid Tak jarang, perawatan sederhana di rumah bisa berhasil dalam mengurangi dismenore yang menyakitkan. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sakit perut saat haid: Menggunakan bantal pemanas atau botol yang berisi air hangat untuk diterapkan pada daerah perut bawah pusar sambil dilakukan penakanan ringan. Memijat perut dengan ringan. Mandi air hangat. Menaikkan kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk. Latihan fisik secara teratur (dilakukan shari-hari, bukan pada saat sakit perut). Makan ringan, makanan bergizi. Berlatih teknik relaksasi atau yoga. Minum obat anti-inflamasi atau anti-nyeri seperti ibuprofen pada saat seorang, bisa juga untuk pencegahan yaitu diminum beberapa hari sebelum menstruasi datang (jika jadwalnya teratur). Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1, vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium. Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah perut kembung. Pengobatan Sakit Perut saat Haid Secara Medis Jika perawatan di rumah tidak berhasil dalam mengurangi nyeri haid, maka ada sejumlah pilihan pengobatan medis yang dapat dilakukan. Pengobatan akan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kram perut yang terjadi. Jika rasa sakit disebabkan oleh PID atau IMS, maka ini memang harus diobati secara medis. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi. Dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa sakit (analgetik). Obat nyeri haid yang sering digunakan, termasuk: Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) Antidepresan Antispasmodik misalnya hyosin Antibiotik (jika penyebabnya infeksi) Seringkali dokter menyarankan agar Anda mencoba KB hormonal. KB hormonal tersedia dalam bentuk pil, susuk atau implan, dan injeksi. Bagaimana KB hormonal bisa mengatasi sakit perut saat haid? Karena KB hormonal akan mencegah ovulasi. Lebih lanjut: 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai Tuntas Apabila nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau uterine fibroid danketika pilihan pengobatan tidak berhasil, maka akan diperlukan prosedur bedah atau operasi. Bahkan dalam kasus yang sangat langka, histerektomi (operasi pengangkatan rahim seluruhnya) juga merupakan pilihan jika pengobatan lain tidak bekerja dan sakit perut saat haid (dismenore) begitu parah.
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Nyeri saat menstruasi sebenarnya merupakan masalah yang sangat umum terjadi pada wanita. Tetapi karena gangguan ini bersifat subyektif, maka intensitasnya pun sulit untuk dinilai. Dalam bahasa medis, yang dimaksud nyeri menstruasi (dismenore) adalah nyeri yang terjadi pada periode menstruasi, yang biasanya timbul beberapa hari sebelum menstruasi dan mulai menghilang seiring dengan berakhirnya periode menstruasi, dengan keluhan yang cukup berat sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore ini terjadi pada 40% wanita yang mengalami menstruasi, sehingga seringkali mengganggu aktivitas, seperti sekolah maupun bekerja. Memang untuk sebagian wanita nyeri menstruasi tersebut dapat terasa sangat berat, tetapi tentu saja ada juga sebagian wanita yang tidak mengalami gangguan selama menstruasi. Dismenore itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian:
  1. Dismenore primer : nyeri menstruasi tidak berkaitan dengan masalah spesifik pada organ kewanitaan lainnya.
  2. Dismenore sekunder : nyeri menstruasi disebabkan karena proses penyakit pada organ kewanitaan lainnya, seperti adanya proses tumor, infeksi, ataupun kanker pada rahim, tuba falopii, ovarium.
Pada dismenore primer, nyeri biasanya menyerang wanita muda karena dismenore ini biasanya berlangsung segera setelah wanita tersebut mengalami menstruasi pertama. Seringkali pada dismenore tipe ini, nyeri berkurang intensitasnya atau bahkan hilang sama sekali setelah usia 20an atau setelah melahirkan anak, untuk sebab yang tidak diketahui. 

Sedangkan pada dismenore sekunder, nyeri dapat terjadi kapan saja tetapi biasanya nyeri mulai terjadi beberapa tahun setelah menstruasi normal. 
Gejala yang umum terjadi yaitu : 
  1. Nyeri tumpul atau berdenyut pada perut bagian bawah 
  2. Nyeri menyebar ke punggung bagian bawah dan daerah sekitar paha (seperti terasa pegal-pegal)  terkadang dapat disertai dengan mual dan muntah, lebih mudah BAB, berkeringat, kepala terasa pening 

Penyebab : 
Pada dismenore primer, nyeri disebabkan karena dinding rahim melepaskan substansi yang disebut Prostaglandin, yang memicu terjadinya kontraksi dinding rahim, walaupun belum diketahui dengan pasti, tetapi Prostaglandin ini diduga sebagai penyebab utama timbulnya nyeri pada saat menstruasi. 

Penyebab dismenore sekunder : 
  1. Endometriosis 
  2. Pelvic Inflammatory Disease 
  3. Pengunaan IUD 

Untuk negetahui penyebab dari nyeri haid anda, ana harus melalui serangkaian pemeriksaan seperti : anamnesa (riwayat penyakit anda), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan panggul. Pada dismenore sekunder, dapat dilakukan pemeriksaan sesuai dengan jenis penyakit penyebabnya, seperti : CT scan atau MRI, laparoskopi, histeroskopi Pada umumnya dismenore primer tidak berbahaya, kecuali bila memang diduga sebagai dismenore sekunder. Komplikasi yang mungkin terjadi pada dismenore sekunder tergantung dari penyebabnya, seperti adanya PID dapat menyebabkan peradangan pada tuba falopii dan mengganggu sistem reproduksi, selain itu endometriosis juga dapat menyebabkan infertilitas. 

Untuk mengatasi nyeri menganggu ini, golongan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saat mengalami dismenore:
  1. Anti Inflamasi Non Steroid: - Ibuprofen, Diclofenac
  2. Cyclooxygenase 2 (COX-2) Inhibitor: - Valdecoxib, Rofecoxib
Selain itu, dapat dilakukan cara yang mudah untuk sedikit mengurangi rasa tidak nyaman pada perut, yaitu :
  1. Letakkan handuk hangat pada daerah perut yang sakit
  2. Istirahat yang cukup
  3. Hindari stres 
  4. Olah raga teratur, sehingga terjadi peningkatan endorfin, yang dapat mengurangi rasa sakit dari dalam tubuh secara alami.

Salam Sehat,

PLANET FARMAKOLOGI
Banyak perempuan yang sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana cara mengatasinya?
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus
Banyak perempuan yang sedang mentruasi terkadang atau bahkan selalu diiringi dengan sakit perut. Rasa khawatir dan takut jangan-jangan itu mempengaruhi kesuburan acapkali menjadi hal yang sering menjadi momok. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab sakit perut saat haid dan bagaimana cara mengatasinya? Tentu kita semua tahu bahwa menstruasi adalah kejadian bulanan yang lazim pada wanita, di mana lapisan rahim (uterus) akan terkelupas secara periodik, yang kemudian dibuang melewati lubang kecil jalan lahir sebagai darah mens. Sakit perut saat haid, baik berupa nyeri atau kram, dan ketidaknyamanan menjadi hal yang banyak dialami oleh kaum hawa, sebagian besar merupakan kondisi yang normal. Namun, rasa sakit yang berlebihan yang sampai Anda tidak bisa masuk kerja ataupun sekolah, maka bisa dikatakan itu bukan kondisi yang biasa. Istilah medis sakit perut saat haid adalah dismenore. Secara garis besar dismenore dibagi menjadi dua, yaitu primer dan skunder: Dismenore primer ketika nyeri haid memang sudah dialami pada saat seorang wanita mulai haid, biasanya ini merupakan kondisi yang normal. Dismenore skunder ketika sakit saat haid muncul pada periode menstruasi yang ke sekian kali, padahal periode haid sebelum-sebelumnya tidak pernah mengalaminya. Kondisi ini biasanya disertai dengan masalah yang mempengaruhi rahim atau organ panggul lainnya. mengatasi mengatasi sakit perut saat haid Apa Penyebab Sakit Perut Saat Haid? Pada dismenore primer mungkin tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi. Namun demikian, ada bebrapa faktor risiko yang menyebabkan sakit perut saat haaid ini seperti: Usia di bawah 20 tahun Riwayat keluarga dismenore Perokok Pendarahan yang banyak saat haid Siklus menstruasi yang tidak teratur Belum pernah melahirkan Pubertas dini, sudah mencapai pubertas sebelum usia 11 tahun Zat hormon seperti prostaglandin memicu kontraksi otot rahim untuk membantu mengeluarkan darah mens setiap bulan. Kontraksi ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut saat haid. Pada beberapa wanita yang memiliki kadar prostaglandin tinggi, maka bisa mengalami sakit perut saat haid (kram) yang lebih berat (Mayo Clinic) Dalam beberapa kasus, seperti pada dismenore sekunder, nyeri haid dapat disebabkan oleh kondisi medis sebagai berikut: Premenstrual syndrome (PMS) Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim) Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker) Penyakit radang panggul Infeksi Menular Seksual (IMS) Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim sangat kecil , sehingga memperlambat aliran darah haid. Di samping itu, beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya intrauterine device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, dapat meningkatkan rasa sakit perut saat haid. Lebihh lanjut silahkan baca: Efek Samping KB IUD/Spiral Baca di sini untuk penyebab sakit perut selain menstruasi: Penyebab Sakit Perut Pada Wanita Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid Tak jarang, perawatan sederhana di rumah bisa berhasil dalam mengurangi dismenore yang menyakitkan. Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sakit perut saat haid: Menggunakan bantal pemanas atau botol yang berisi air hangat untuk diterapkan pada daerah perut bawah pusar sambil dilakukan penakanan ringan. Memijat perut dengan ringan. Mandi air hangat. Menaikkan kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk. Latihan fisik secara teratur (dilakukan shari-hari, bukan pada saat sakit perut). Makan ringan, makanan bergizi. Berlatih teknik relaksasi atau yoga. Minum obat anti-inflamasi atau anti-nyeri seperti ibuprofen pada saat seorang, bisa juga untuk pencegahan yaitu diminum beberapa hari sebelum menstruasi datang (jika jadwalnya teratur). Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1, vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium. Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah perut kembung. Pengobatan Sakit Perut saat Haid Secara Medis Jika perawatan di rumah tidak berhasil dalam mengurangi nyeri haid, maka ada sejumlah pilihan pengobatan medis yang dapat dilakukan. Pengobatan akan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kram perut yang terjadi. Jika rasa sakit disebabkan oleh PID atau IMS, maka ini memang harus diobati secara medis. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi. Dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa sakit (analgetik). Obat nyeri haid yang sering digunakan, termasuk: Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) Antidepresan Antispasmodik misalnya hyosin Antibiotik (jika penyebabnya infeksi) Seringkali dokter menyarankan agar Anda mencoba KB hormonal. KB hormonal tersedia dalam bentuk pil, susuk atau implan, dan injeksi. Bagaimana KB hormonal bisa mengatasi sakit perut saat haid? Karena KB hormonal akan mencegah ovulasi. Lebih lanjut: 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai Tuntas Apabila nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau uterine fibroid danketika pilihan pengobatan tidak berhasil, maka akan diperlukan prosedur bedah atau operasi. Bahkan dalam kasus yang sangat langka, histerektomi (operasi pengangkatan rahim seluruhnya) juga merupakan pilihan jika pengobatan lain tidak bekerja dan sakit perut saat haid (dismenore) begitu parah.
Bersumber dari: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya - Mediskus