Senin, 22 Mei 2017

KOLESTEROL BAIK Vs KOLESTEROL JAHAT

Apakah Anda tahu apa itu kolesterol ?
Kolesterol adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk melakukan aktivitas dan salah satu manfaat dari kolesterol adalah menghasilkan energi.

Di masyarakat awam kita suka mendengar istilah kolesterol baik dan kolesterol jahat. Mengapa haris ada kolesterol baik dan kolesterol jahat ?



Nah yang dimaksud kolesterol baik yaitu zat yang tidak menyebabkan penggumpalan lemak di pembuluh darah (atherosklerosis) contohnya adalah HDL, sedangkan kolesterol jahat adalah zat yang bisa menyebabkan terjadinya penggumpalan atau penyumbatan pembuluh darah oleh lemak, contohnya LDL.

Apakah Anda tahu berapa sih nilai normal HDL dan LDL di dalam tubuh kita ?.
Mari kita lihat, bahwa kadar normal HDL dalam tubuh kita adalah >= 60 mg/dL, sedangkan kadar normal LDL dalam tubuh kita adalah <= 100 mg/dL. Sebenarnya jika dalam kondisi normal LDL dan HDL sangat diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bahayanya jika HDL <= 60 mg/dL dan kadar LDL >= 100 mg/dL, maka resikonya adalah terkena serangan jantung. Karena bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah di jantung.

Maka jagalah makanannya jangan terlalu banyak lemak, hindari minum alkohol, hindari merokok dan harus rajin berolah raga.
Jika kolesterol kadarnya sudah diatas normal maka harus diberikan obat untuk penurun kadar kolesterol, misalnya golongan Statin (Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin, dan lain-lain) atau bisa juga diberikan golongan Fibrate (Fenofibrate).

Semoga informasi ini berguna untuk kita semua.

Salam,

Planet Farmakologi



Jumat, 12 Mei 2017

APA ITU DEMAM DAN CARA MENGATASINYA ?

Kita telah mengetahui dan mungkin pernah mengalami yang namanya demam, hampir setiap orang mengalami demam. Demam, atau dalam bahasa medis disebut pyrexia, adalah kondisi dimana tubuh manusia mengalami peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dalam tubuh manusia yang sedang menderita demam.

Dalam kondisi demam ini, kita akan mengalami suhu tubuh sekitar 36,5 - 37,5° Celcius. Saat kita demam, itu berarti sel-sel penjaga tubuh sedang memerangi sel-sel yang bisa merusak tubuh. Oleh karena itu, kita akan merasa menggigil saat terkena demam.

Demam juga merupakan pertanda bahwa sel antibodi manusia ( sel darah putih ) sedang melawan suatu virus atau bakteri. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya.Penanganan demam biasanya dengan diberikan obattipire misalnya golongan Acetaminopen.

Demam bukanlah penyakit. Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi.

Bagaimana Demam Terjadi ?
Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non infeksi seperti kompleks imun, atau inflamasi (peradangan) lainnya. Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ÂșC.

Hal-hal yang berpotensi menyebabkan demam

  1. Meminum air dingin bagi yang mempunyai ' amandel '.
  2. Kelelahan dan kurang tidur.
  3. Olahraga yang berlebihan.
  4. Makan tidak teratur.

Penyebab demam

Pada umumnya, ada banyak penyebab demam. Namun, Planet Farmakologi akan merangkum beberapa penyebab demam :
  1. Karena radang tenggorokan.
  2. Karena radang pada gusi.
  3. Infeksi penyakit seperti infeksi penyakit influenza, HIV, malaria, mononukleosis atau gastroenteritis.
  4. Radang kulit seperti bisul atau abses.
  5. Imunologi penyakit seperti lupus eritematosus , sarkoidosis , penyakit radang usus atau penyakit kawasaki.
  6. Kerusakan jaringan yang bisa disebabkan oleh hemolisis, pembedahan atau operasi, infark, sindrom naksir, rhabdomyolysis, pendarahan otak dan lain-lain.
  7. Reaksi produksi darah yang berlebihan.
  8. Kanker seperti kanker ginjal, limforma atau leukimia.
  9. Gangguan metabolisme seperti porfiria atau gout.
  10. Proses Thrombo-emboli seperti emboli paru atau trombosis vena dalam.

Gejala terjadinya demam

Gejala demam umumnya telah terdeteksi dari beberapa hari sebelum terjadinya demam. Berikut gejala-gejala demam :
  1. Lesu.
  2. Depresi.
  3. Anoreksia.
  4. Mengantuk.
  5. Hiperalgesia.
  6. Sulit berkonsentrasi.
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat
Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter. Parasetamol

Paracetamol atau Acetaminophen adalah obat yang sering digunakan bahkan diresepkan untuk menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit. Acetaminophen bekerja dengan cara mempengaruhi pusat rasa sakit untuk menurunkan suhu ketika naik. Dosis rata-rata untuk orang dewasa adalah 325-650 mg setiap 4 jam, tidak boleh lebih dari 4 gram per hari. Dosis parasetamol sebagai obat demam anak bervariasi sesuai dengan berat badan dan usianya. Obat demam ini juga aman untuk ibu hamil dan menyusui. Ibuprofen Ibuprofen adalah obat yang tergolong dalam anti-inflamasi non-steroid.

Ibuprofen bekerja dengan menghentikan tubuh untuk memproduksi hormon yang menyebabkan rasa sakit. Hal ini paling efektif untuk pengobatan rasa sakit atau nyeri ringan hingga sedang, seperti kram menstruasi termasuk menurunkan demam. Obat ini harus selalu diminum dengan makanan (setelah makan) untuk mencegah sakit perut.

Aspirin adalah salah satu obat populer untuk menurukan demam dan meredakan nyeri. Aspirin bekerja dengan efektif menghalangi produksi hormon yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Efeknya bertahan paling lama dibandingkan dengan obat lain yang sejenis. Aspirin harus selalu diminum setelah makan. Obat ini tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Semoga ulasan ini bermanfaat untuk kita semua.

Salam,

Planet Farmakologi
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus


 

Kamis, 11 Mei 2017

ANTI EMETIKA (Anti Mual / Anti Muntah)

Muntah merupakan suatu cara perlindungan tubuh terhadap zat-zat yang bersifat merangsang dan beracun, berupa gerakan peristaltik untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut.

Terjadinya muntah diawali oleh proses mual (nausea) yang memiliki ciri muka pucat, berkeringat, air liur berlebihan, takikardia (detak jantung berdebar cepat) dan pernafasan tidak teratur. Mual dan muntah bisa merupakan suatu gejala penyekit dan efek samping obat.

Muntah bisa terjadi karena ada rangsangan dari pusat muntah di sumsum sambung (medula oblongata), berlangsung melalui mekanisme :
  1. Rangsangan dari asam lambung - usus ke pusat muntah karena adanya kerusakan mukosa lambung-usus, makanan yang tidak cocok, hepatitis, dan lain-lain.
  2. Rangsangan tidak langsung melalui Chemo Receptor Triger Zone (CTZ) yaitu suatu daerah yang letaknya berdekatan dengan pusat muntah. Biasanya rangsangan disebabkan oleh obat-obatan (Tertrasiklin, Digoksin, Estrogen, Morfin, dll), gangguan keseimbangan dalam labirin, dan gangguan metabolisme.
  3. Rangsangan melalui kulit otak (Cortex Cerebri) dengan melihat, membau dan merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.

Anti emetika adalah obat-obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan perasaan mual dan muntah.

Penggunaan Anti Emetika diberikan kepada pasien dengan keluhan sebagai berikut :
  • Mabuk Perjalanan (Motion Sickness)
  • Mabuk Kehamilan (Morning Sickness)
  • Mual atau muntah yang disebabkan oleh penyakit tertentu (kanker).

Obat Anti Emetika :
  1. Antihistamin Antiemetika, Obat harus diberikan paling lambat 1 jam sebelum efek yang diharapkan timbul, contohnya : Difenhidramin HCl, Dimenhidrinat, Siklizin, Meklizin, Sinarizin dan derivat Fenotiazin.
  2. Dopamin Blocker, contohnya : Metoklopramide, Domperidon, Klorpromazin, Proklorperazin.
  3. Serotonin Blocker, bermanfaat untuk mual muntah yang disebabkan oleh obat-obat kanker, contohnya : Ondansetron, Granisetron, Batanopride, dan Zakeopride.
  4. Antikolinergik, contohnya : Skopolamin hidrobromida.
  5. Antiemetika lain, contohnya : Haloperidol, Droperidol, Hidrokortison dan Metilprednisolon.

Semoga informasi obat Anti Emetika ini bermanfaat untuk kita semua.

Salam,

Planet Farmakologi

Selasa, 09 Mei 2017

Pengobatan Penyakit Parkinson

Parkinson merupakan gangguan neurologi gerakan otot, bersifat progresif, dengan tanda-tanda tremor, kaku otot, bradikinesia (lambat dalam memulai dan melakukan gerakan) kelainan posisi tubuh dan cara-cara berjalan.

Penyakit Parkinson ada hubungannya dengan penurunan aktivitas inhibitor neuron dopaminergik dalam substansi nigra dan korpus striatum-bagian dari sistem ganglia basalis otak yang berfungsi mengatur gerakan.

Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson adalah :
1. Levodopa
2. Bromokriptin
3. Amantadin
4. Deprenil
5. Obat Antimuskarinik

Semoga informasi singkat ini mengenai Parkinson bisa bermanfaat untuk kita semua.

Planet Farmakologi

Sabtu, 06 Mei 2017

Penggunaan Antibiotik yang Rasional

Penggunaan obat yang rasional adalah penggunaan obat yang sesuai dengan kebutuhan klinis pasien dalam jumlah dan masa yang memadai serta biaya yang rendah.
Kita sudah tidak asing lagi mendengar kata Antibiotik. Antibiotik merupakan suatu obat yang digunakan untuk membunuh bakteri yang ada dalam tubuh kita. Namun banyak masyarakat yang sudah terbiasa dengan sakit sedikit pun langsung minum antibiotik. Padahal jika kita tahu bahwa dengan terlalu seringnya minum antibiotik, maka akan menyebabkan resistensi (kekebalan bakteri).

Resistensi terhadap antibiotik bisa saja terjadi kapan saja, jika bakteri yang ada di dalam tubuh kita sudah resisten, maka kita harus berhati-hati dalam menanganinya. Pertama kita harus menaikan lagi dosisnya dan risikonya berbahaya jika dosis antibiotik terus-menerus kita naikan dan yang kedua kita harus menggangi antibiotiknya dengan yang lain, namun meskipun sudah diganti dengan antibiotik lain kemungkinan terjadi resisten masih ada.