Kamis, 05 Juli 2018

Perbedaan Nyeri Pinggang Biasa dan Saraf Kejepit



Pinggag merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam menopang berdirinya tubuh kita. Namun akan bermasalah jika pinggang kita terasa nyeri. Ada banyak hal yang menyebabkan pinggang kita terasa nyeri, bisa karena pengaruh usia, masalh tulang bahkan pengaruh saraf.

Nyeri pinggang merupakan keluhan yang paling umum dirasakan orang segala usia, dari remaja hingga lanjut usia. Biasanya, nyeri pinggang muncul setelah mengangkat barang berat, terlalu lama duduk atau terlalu lama berdiri. Namun ternyata, tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh pegal-pegal dan bisa hilang dengan sendirinya. Jika nyeri pinggang Anda berlangsung lama, mungkin ini tandanya Anda mengalami saraf kejepit. Apa beda gejala nyeri pinggang karena pegal dan nyeri pinggang karena saraf yang terjepit?.

Bagaimana Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Nyeri Pinggang karena Saraf Kejepit ?

Pegal – pegal bisa menyebabkan nyeri pinggang

Gejalanya dimulai dengan rasa sakit di bagian punggung bawah, dari bawah tulang rusuk hingga ke area pinggang. Pada awalnya pinggang hanya terasa pegal, namun lama kelamaan sakitnya terasa menusuk sehingga sulit untuk bergerak atau berdiri tegak. Nyeri pinggang ini biasanya terjadi karena adanya otot menegang sehabis melakukan perkerjaan berat.
Nyeri pinggang karena pegal bisa membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda tidak kunjung memulih dalam 72 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan menjadi tanda kondisi serius lainnya.

Saraf Kejepit Bisa Menyebabkan Nyeri Pinggang

Muncul beberapa gejala berikut:
  • Rasa sakit dan mati rasa, paling sering terjadi di satu sisi tubuh
  • Rasa sakit yang meluas ke lengan atau tungkai Anda
  • Rasa sakit yang memburuk di malam hari atau dengan gerakan tertentu
  • Rasa sakit yang memburuk setelah berdiri atau duduk
  • Rasa sakit saat berjalan barang sebentar saja
  • Kelemahan otot yang berlebih
  • Kesemutan, sakit, atau sensasi terbakar di daerah yang terkena
  • Rasa sakit terjadi berkepanjangan dan tidak bisa sembuh dengan sendirinya
Dalam bahasa medis, saraf kejepit dikenal sebagai Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Saraf yang terjepit diakibatkan oleh gangguan saraf yang mengakibatkan menonjolnya lapisan/bantalan permukaan ruas tulang belakang dari ruang antar ruas tulang.
Tonjolan tersebut dapat menekan saraf  dan menyebabkan nyeri yang luar biasa hebat. Anda dapat mengalami kondisi ini di bagian bagian tulang belakang Anda, dari leher sampai ke punggung bawah. Seperti halnya nyeri punggung bawah, 90% kasus saraf kejepit terjadi di daerah punggung bawah atau disebut NHP Lumbalis. 

Beda intensitas gejalanya, beda kondisinya
Dari gejala yang telah dipaparkan, perbedaan nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang karena saraf terjepit bisa dibedakan dari jenis dan lokasi timbulnya nyeri, serta intensitas keparahan rasa nyeri. Hal ini bisa menjadi acuan Anda jika suatu saat Anda, atau orang terdekat Anda mengalami kondisi seperti ini. Konsultasikan lebih lanjut ke dokter mengenai kondisi Anda untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan terbaik.

Bagaimana cara mengurangi risiko saraf kejepit
Meminimalkan risiko terjadinya saraf kejepit bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:
  • Pertahankan berat badan yang sehat, jangan terlalu gemuk juga jangan terlalu kurus.
  • Jika Anda mau mengangkat sesuatu yang berat, maka gunakan teknik yang aman. Tekuk lutut terlebih dahulu baru kemudian angkat barang. Jangan langsung mengangkatnya dengan posisi tubuh membungkuk karena akan meningkatkan risiko saraf kejepit.
  • Lakukan peregangan secara berkala jika Anda sudah duduk terlalu lama.
  • Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, kaki, dan perut.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.

Salam Sehat,

PLANET FARMAKOLOGI

Sabtu, 24 Februari 2018

Bahaya Usus Buntu

Usus buntu merupakan tabung yang terhubung ke sekum. Sekum adalah struktur usus yang menyerupai kantong. Lokasi apendiks dekat dengan persimpangan dari usus besar dan usus kecil. Salah satu penyakit yang paling sering menyerang usus buntu adalah penyumbatan usus buntu.

Pada penyumbatan usus buntu dapat menyebabkan radang usus buntu, peradangan ini menyakitkan dan berpotensi mematikan. Gejalanya nyeri sekitar pusar, kehilangan nafsu makan, mual, perut bengkak dan demam ringan.

Radang usus buntu dapat terjadi pada semua kalangan baik usia muda maupun usia tua, biasanya terjadi pada usia 10 - 30 tahun. Hal ini lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Bahaya dan komplikasi peradangan usus buntu antara lain :

Usus buntu yang pecah
Usus buntu yang pecah sebagai akibat dari komplikasi penyakit usus buntu dapat menyebar infeksi ke seluruh perut Anda (peritonitis). Mungkin mengancam jiwa, kondisi ini membutuhkan tindakan operasi untuk mengeluarkan usus buntunya dan membersihkan dari rongga perut.

Radang selaput perut
Jika usus buntu pecah hal ini dapat melepaskan nanah ke bagian lain dari tubuh yang dapat menyebabkan infeksi di perut (peritonitis). Peritonitis adalah pembengkakan yang menyakitkan dari daerah perut dan hati. Radang selaput inidapat menyebabkan :
  • Sakit perut parah
  • Demam 38 derajat atau lebih
  • Detak jantung yang cepat

Penyakit usus buntu merupakan penyakit yang cukup berbahaya jika dibiarkan terlalu lama, jalan satu-satunya untuk menangani masalah usus buntu yakni dengan cara memotongnya melalui metode operasi.

Mari kita semua menjaga kesehatan kita sebelum rasa sakit menimpa kita.

Salam Sehat

PLANET FARMAKOLOGI

Kamis, 18 Januari 2018

Menjaga Kesehatan Mata

Wortel mengandung Beta Karoten jenis vitamin A yang membantu retina dan fungsi bagian mata lainnya. Beta karoten jugalah yang membuat warna sayuran ini jingga. Karena fungsinya untuk kesehatan mata, wortel adalah makanan penting bagi anak dan orang dewasa. Anda bisa menyajikannya sebagai sup atau dihaluskan seperti bubur untuk menggugah selera makan anak, sebab anak-anak terkadang sulit menyukai wortel. Bahkan tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun enggan mengonsumsinya tanpa didampingi makanan lain.
Apakah makanan yang baik untuk kesehatan mata hanya wortel saja? Tidak hanya dari beta karoten saja sebenarnya kita bisa mendapatkan asupan untuk kesehatan mata, namun ada beberapa vitamin dan mineral lain yang diperlukan. Anda bisa juga menjumpainya pada makanan selain wortel.

Apa saja makanan untuk mata sehat selain wortel?
Berikut ini makanan yang direkomendasikan:

1. Sayuran hijau
Sayuran hijau mengandung lutein dan zeaxanthin. Keduanya merupakan antioksidan, dan menurut penelitian, zat tersebut dapat menurunkan risiko pembentukan degenerasi Makula dan katarak.
Lutein dapat mengurangi kerusakan oksidatif induksi-cahaya yang menyebabkan degenerasi makula, selain itu juga mampu mengurangi risiko retinitis pigmentosa. Lutein dan zeaxanthin dapat diresap oleh lensa dan retina, mereka pun akan menyerap kerusakan yang berasal dari cahaya yang tertangkap.
Makula adalah tempat kecil pada retina di mana visi menjadi paling tajam. Sedangkan degenerasi makula merupakan salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan karena adanya pembuluh darah tumbuh di bawah retina.

2. Telur

Kuning telur kaya akan lutein dan zeaxanthin, dengan tambahan zinc. Lutein dan zeaxanthin merupakan tipe karotenoid. Menurut Paul Dougherty, MD, direktur medis dari Dougherty Laser Vision di Los Angeles, yang dikutip Health.com, hal tersebut baik untuk mengurangi risiko degenerasi makula Anda.

3. Citrus dan berry

Jeruk, lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali termasuk ke dalam kelompok citrus, dan buah ini kaya akan vitamin C Anda juga bisa menemukan vitamin C pada strawberry. Vitamin ini adalah antioksidan kuat, yang membentuk dan mengelola jaringan ikat, salah satunya kolagen yang terdapat di kornea mata. Fungsinya pun sama untuk mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula.

4. Almond

Kandungan vitamin E ditemukan pada almond. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin E mampu melindungi sel mata dari kerusakan. Radikal bebas dapat menyebabkan gangguan pada jaringan mata yang sehat. Ketika hal ini terjadi, risiko degenerasi makula pun meningkat. Selain itu, vitamin ini dapat memperlambat pembentukan katarak. Penelian baru-baru ini yang dikutip oleh AOA.org menyebutkan bahwa adanya hasil yang jelas dari penurunan risiko katarak pada partisipan yang memakan asupan vitamin E tinggi.

5. Ikan berlemak

Tuna, salmon, ikan makarel, dan ikan asin mengandung asam lemak yang tinggi. Asam lemak dapat ditemukan pada retina. Kekurangan level asam lemak  dapat memicu sindrom mata kering.

Fungsi lutein dan zeaxanthin
Pada tanaman, lutein dan zeaxanthin untuk menyerap energi cahaya yang berlebihan sehingga kerusakan pada tanaman akibat paparan sinar matahari pun dapat dicegah. Dua zat ini dapat ditemukan pada sayuran yang berwarna kuning dan merah, selain itu juga ditemukan pada sayuran hijau. Berikut ini adalah bukti lutein dan zeaxanthin dapat mencegah degenerasi makula:
  • Penelitian yang yang dipublikasikan pada Nutrition & Metabolism menemukan bahwa suplemen yang mengandung meso-zeaxanthin, lutein dan zeaxanthin efektif meningkatkan ketajaman optik dan pigmen makula. Pigmen makula penting karena dapat memberikan perlindungan dari pembentukan degenerasi makula.
  • Studi yang dipublikasikan pada American Journal of Epidemiology, Ophthalmology and Archives of Ophthalmology, menunjukkan bahwa tingginya kadar lutein dan zeaxanthin yang ditemukan pada diet dapat mengurangi insiden degenerasi makula
Selain makanan di atas, Anda dapat menemukan kedua zat tersebut pada:
  • Kubis 23,8 mg
  • Bayam 20,4 mg
  • Jagung 2,2 mg
  • Brokoli 1,6 mg
  • Lobak 12,2 mg

Yang perlu Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata
Tidak hanya makanan, Anda perlu melakukan hal-hal berikut ini agar mata Anda tetap sehat:

Berhenti merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko katarak, kerusakan saraf optik, dan degenerasi makula. Perokok juga bisa terkena uveitis (pembengkakan pada lapisan bagian tengah mata)

Gunakan kacamata hitam
Kacamata hitam dapat melindungi mata Anda dari paparan sinar UV langsung. Terlalu banyak terkena UV dapat meningkatkan risiko katarak. Pilihlah kacamata yang dapat menghalangi UVA dan UVB 99% bahkan 100% kalau bisa. Jika Anda menggunakan lensa kontak, Anda bisa memilih yang menawarkan proteksi terhadap UV.

Batasi waktu di depan komputer
Sebaiknya Anda tidak terlalu lama ketika melihat layar komputer. Memandangi komputer dapat menyebabkan visi kabur, kesulitan untuk fokus pada jarak tertentu, mata kering dan sakit kepala.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi melihat ke layar komputer:
  • Pastikan kacamata atau lensa kontak Anda sudah diperbarui dan memenuhi syarat untuk pengguna komputer
  • Posisikan monitor sama dengan mata Anda
  • Sebaiknya hindari melihat komputer dalam keadaan silau dari jendela dan lampu.
Jika mata Anda kering, sering-seringlah berkedip
Setiap 20 menit, istirahatkan mata dengan melihat dari jarak 20 kaki selama 20 detik. Setiap dua jam Anda harus mengambil istirahat dan bangkit selama 15 menit.


Salam Sehat,

PLANET FARMAKOLOGI