Apa yang dimaksud Difteri?
Difteri adalah suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang mudah sekali menular melalui batuk atau bersin.
Corynebacterium Diftheriae paling banyak bersarang di tenggorokan dan hidung sehingga membentuk selaput putih dan tebal yang lama-lama menutupi saluran nafas.
Corynebacterium Diftheriae juga bisa mengeluarkan racun atau toksin yang bisa melumpuhkan otot jantung, dan saraf. Itu yang kemudian menjadi sebab kematian. Difteri bisa menyerang bayi, anak-anak, dan paling banyak balita dan usia sekolah, serta remaja.
Difteri adalah suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang mudah sekali menular melalui batuk atau bersin.
Corynebacterium Diftheriae paling banyak bersarang di tenggorokan dan hidung sehingga membentuk selaput putih dan tebal yang lama-lama menutupi saluran nafas.
Corynebacterium Diftheriae juga bisa mengeluarkan racun atau toksin yang bisa melumpuhkan otot jantung, dan saraf. Itu yang kemudian menjadi sebab kematian. Difteri bisa menyerang bayi, anak-anak, dan paling banyak balita dan usia sekolah, serta remaja.
Apa Penyebabnya?
Kebanyakan masyarakat yang terkena difteri karena belum pernah diimunisasi sama sekali, atau belum pernah diimunisasi DPT. Oleh karena itu sangatlah penting imunisasi di waktu kecil untuk mencegah berbagai penyakit di waktu dewasa nanti.
Bagaimana imunisasi difteri yang disebut lengkap?
Idealnya imunisasi sebagai berikut :
·
Umur 1 tahun
DPT 3 kali,
·
Umur 2 tahun
4 kali DPT,
·
Umur 5 tahun
kalau bisa 5 kali DPT,
·
Umur 6 tahun
6 kali DPT,
·
Umur 7 tahun
7 kali DPT,
·
Saat tamat
SD kalau bisa sudah 8 kali DPT.
Bagaimana gejala terkena difteri ?
Gejala yang kentara bagi penderita difteri adalah jika mendapati ada selaput putih tebal di tenggorokan atau di hidung, apalagi disertai leher bengkak. Bisa jadi itu difteri, dan walaupun belum tentu, akan lebih baik diperiksa dulu untuk dibuktikan. Jika mendapati gejala itu, ada baiknya segera bawa ke puskesmas, atau RS terdekat.
Gejala yang kentara bagi penderita difteri adalah jika mendapati ada selaput putih tebal di tenggorokan atau di hidung, apalagi disertai leher bengkak. Bisa jadi itu difteri, dan walaupun belum tentu, akan lebih baik diperiksa dulu untuk dibuktikan. Jika mendapati gejala itu, ada baiknya segera bawa ke puskesmas, atau RS terdekat.
Bagaimana Pengobatan difteri ?
Apabila terdiagnosa difteri, maka seseorang harus dirawat inap, lalu diberikan antibiotik. Bahaya kalau kuman tersebut mengeluarkan racun atau toksin yang merusak fungsi jantung dan saraf. Pasien yang terkena difteri harus diisolasi selama dua minggu, dan semua yang di sekitarnya baik itu ibu, nenek, kakak, kerabat lainnya patut diperiksa juga. Sebenarnya yang menjadi diprioritas untuk di imunisasi adalah mereka yang kontak dengan pasien, apakah anggota keluarga, teman sekolah, atau tetangga. Imunisasi untuk cegah difteri ini mesti diulang setiap 10 tahun.
Salam Sehat
PLANET FARMAKOLOGI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar