Pinggag
merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam menopang berdirinya tubuh
kita. Namun akan bermasalah jika pinggang kita terasa nyeri. Ada banyak hal
yang menyebabkan pinggang kita terasa nyeri, bisa karena pengaruh usia, masalh
tulang bahkan pengaruh saraf.
Nyeri
pinggang merupakan keluhan yang paling umum dirasakan orang segala usia, dari
remaja hingga lanjut usia. Biasanya, nyeri pinggang muncul setelah mengangkat
barang berat, terlalu lama duduk atau terlalu lama berdiri. Namun
ternyata, tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh pegal-pegal dan bisa
hilang dengan sendirinya. Jika nyeri pinggang Anda berlangsung lama, mungkin
ini tandanya Anda mengalami saraf kejepit. Apa beda gejala nyeri pinggang
karena pegal dan nyeri pinggang karena saraf yang terjepit?.
Bagaimana Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Nyeri
Pinggang karena Saraf Kejepit ?
Pegal – pegal bisa menyebabkan nyeri pinggang
Gejalanya
dimulai dengan rasa sakit di bagian punggung bawah, dari bawah tulang rusuk
hingga ke area pinggang. Pada awalnya pinggang hanya terasa pegal, namun lama
kelamaan sakitnya terasa menusuk sehingga sulit untuk bergerak atau berdiri
tegak. Nyeri pinggang ini biasanya terjadi karena adanya otot menegang sehabis
melakukan perkerjaan berat.
Nyeri
pinggang karena pegal bisa membaik dengan sendirinya. Namun, jika Anda tidak
kunjung memulih dalam 72 jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena
dikhawatirkan menjadi tanda kondisi serius lainnya.
Saraf Kejepit Bisa Menyebabkan Nyeri Pinggang
Muncul
beberapa gejala berikut:
- Rasa sakit dan mati rasa, paling sering terjadi di satu sisi tubuh
- Rasa sakit yang meluas ke lengan atau tungkai Anda
- Rasa sakit yang memburuk di malam hari atau dengan gerakan tertentu
- Rasa sakit yang memburuk setelah berdiri atau duduk
- Rasa sakit saat berjalan barang sebentar saja
- Kelemahan otot yang berlebih
- Kesemutan, sakit, atau sensasi terbakar di daerah yang terkena
- Rasa sakit terjadi berkepanjangan dan tidak bisa sembuh dengan sendirinya
Dalam
bahasa medis, saraf kejepit dikenal sebagai Hernia Nucleus Pulposus (HNP).
Saraf yang terjepit diakibatkan oleh gangguan saraf yang mengakibatkan
menonjolnya lapisan/bantalan permukaan ruas tulang belakang dari ruang antar
ruas tulang.
Tonjolan
tersebut dapat menekan saraf dan menyebabkan nyeri yang luar biasa hebat.
Anda dapat mengalami kondisi ini di bagian bagian tulang belakang Anda, dari
leher sampai ke punggung bawah. Seperti halnya nyeri punggung bawah, 90% kasus
saraf kejepit terjadi di daerah punggung bawah atau disebut NHP Lumbalis.
Beda intensitas gejalanya, beda kondisinya
Dari
gejala yang telah dipaparkan, perbedaan nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang
karena saraf terjepit bisa dibedakan dari jenis dan lokasi timbulnya nyeri,
serta intensitas keparahan rasa nyeri. Hal ini bisa menjadi acuan Anda jika
suatu saat Anda, atau orang terdekat Anda mengalami kondisi seperti ini.
Konsultasikan lebih lanjut ke dokter mengenai kondisi Anda untuk mendapatkan
diagnosis dan perawatan terbaik.
Bagaimana cara
mengurangi risiko saraf kejepit
Meminimalkan
risiko terjadinya saraf kejepit bisa dilakukan dengan beberapa cara, di
antaranya:
- Pertahankan berat badan yang sehat, jangan terlalu gemuk juga jangan terlalu kurus.
- Jika Anda mau mengangkat sesuatu yang berat, maka gunakan teknik yang aman. Tekuk lutut terlebih dahulu baru kemudian angkat barang. Jangan langsung mengangkatnya dengan posisi tubuh membungkuk karena akan meningkatkan risiko saraf kejepit.
- Lakukan peregangan secara berkala jika Anda sudah duduk terlalu lama.
- Lakukan latihan untuk menguatkan otot punggung, kaki, dan perut.
Semoga
informasi ini bermanfaat untuk kita semua.
Salam
Sehat,
PLANET FARMAKOLOGI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar