Jantung
merupakan salah satu organ yang sangat penting bagi manusia, oleh
karena itu kesehatan jantung wajib kita jaga setiap saat, karena jantung
juga merupakan mesinnya tubuh. Jika mesin ini berhenti bergerak, maka
berhenti juga tubuh dalam beraktivitas atau dengan kata lain
"Meninggal/Mati".
Pada saat kondisi kita sedang berpuasa, bagaimana kita bisa menjaga kesehatan jantung dengan baik ?.
Selama bulan ramadan, terdapat perubahan pola makan dan
kualitas makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Hal ini bisa disebabkan
oleh konsumsi makanan dalam porsi lumayan besar dalam dua waktu, yaitu
sahur dan berbuka. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme
dalam tubuh, dan bisa memberikan efek terhadap kesehatan seseorang.
Penyakit
jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian nomor satu di
dunia. Puasa Ramadan dapat menyebabkan perubahan drastis gaya hidup
selama 1 bulan dan dapat mempengaruhi faktor risiko penyakit jantung dan
pembuluh darah.
Fakor
risiko yang paling banyak dihubungkan dengan kejadian penyakit jantung
adalah kadar lemak dalam darah, hipertensi, kebiasaan merokok, dan
faktor koagulasi dan
pembekuan darah.
Kadar lemak darah (Kolesterol)
Lemak
merupakan salah
satu zat yang bermanfaat bagi tubuh kita jika kadarnya normal, namun
lemak akan membahayakan tubuh kita jika kadarnya tidak normal. Salah
satu faktor utama penyebab penyakit jantung dan pembuluh darah adalah
lemak
dapat menyusup ke dalam lapisan pembuluh darah yang rusak dan
menyebabkan aterosklerosis, yaitu penyempitan dan penyumbatan pembuluh
darah. Penelitian yang dilakukan oleh Mohsen Nematy (2012) menyimpulkan
bahwa terdapat perubahan dari profil lemak dan perbandingan lemak baik
dan lemak jahat selama puasa di bulan ramadan, Kadar kolesterol darah
menurun dari 193,4±51 mg/dl menjadi 184,3±42 mg/dl setelah Ramadan,
begitu pula dengan kadar trigliserida yang menurun dari 4.5±1 mg/dl
menjadi 3,9±1 mg/dl dan lemak jahat, yaitu LDL. Selain, itu didapatkan
pula peningkatan dari lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadan.
Hipertensi
Pada orang dengan tekanan darah (hipertensi),
jantung harus bekerja lebih keras lagi dalam memompa darah dibanding dengan
orang normal. Hal ini bisa menyebabkan jantung kelelahan, dan dapat
terjadi pembesaran dan penebalan otot jantung, hingga gagal jantung. Selama bulan Ramadan, terdapat
penurunan tekanan darah pada orang yang berpuasa, yaitu penurunan
tekanan darah sistolik dari 132.9±16 mmHg menjadi 129.9±17 mmHg,
sedangkan pada tekanan darah diastolik, tidak terdapat penurunan
berarti.
Insulin dan homosistein
Pada salah satu penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan
menjadi dua kali sehari selama bulan Ramadan dapat memperbaiki kondisi resistensi insulin
pada penderita diabetes. Homosistein merupakan salah satu asam amino
yang terdapat dalam tubuh, dan peningkatan homosistein darah merupakan
salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit jantung dan pembuluh
darah. Walaupun tidak signifikan, namun terdapat penurunan kadar
homosistein darah saat seseorang berpuasa.
Obesitas
Obesitas merupakan salah satu faktor risiko bagi banyak penyakit metabolik.
Penurunan berat badan dan indeks massa tubuh bisa ditemukan dan bisa
tidak ditemukan pada orang yang berpuasa, hal ini bisa disebabkan oleh
asupan kalori yang tidak menurun secara signifikan selama puasa.
Stress
Kondisi stress sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung, pada saat stress akan memicu naiknya tekanan darah dan menyebabkan beban kerja jantung akan semakin berat, sehingga bisa terjadi gagal jantung. Dengan berpuasa kita bisa mengendalikan hawa nafsu, kita bisa memenej stress sehingga kondisi kerja jantung lebih ringan dan aliran darah pun mengalir secara normal.
Bagaimana puasa yang aman bagi penderita penyakit jantung ?
Pada kondisi puasa
ramadhan aman untuk dilakukan bagi orang dengan penyakit jantung,
asalkan penyakit yang dideritanya terkontrol dan tidak dalam kondisi
akut. Makan secukupnya dan tidak melakukan “balas dendam” saat
berbuka akan membantu meringankan faktor risiko penyakit jantung dan
pembuluh darah. Angka kunjungan rumah sakit yang diakibatkan oleh
penyakit jantung cenderung tetap dan tidak bertambah selama bulan puasa,
namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadhan dapat
menurunkan risiko serangan penyakit jantung selama 10 tahun seterusnya.
Dapat disimpulkan bahwa puasa memberikan efek positif terhadap kesehatan
jantung.
Semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan selamat menjalankan ibadah puasa.
PLANET FARMAKOLOGI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar