Kamis, 08 Juni 2017

Apa Manfaat Berpuasa Terhadap Kesehatan Jantung ?


Jantung merupakan salah satu organ yang sangat penting bagi manusia, oleh karena itu kesehatan jantung wajib kita jaga setiap saat, karena jantung juga merupakan mesinnya tubuh. Jika mesin ini berhenti bergerak, maka berhenti juga tubuh dalam beraktivitas atau dengan kata lain "Meninggal/Mati".

Pada saat kondisi kita sedang berpuasa, bagaimana kita bisa menjaga kesehatan jantung dengan baik ?.

Selama bulan ramadan, terdapat perubahan pola makan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Hal ini bisa disebabkan oleh konsumsi makanan dalam porsi lumayan besar dalam dua waktu, yaitu sahur dan berbuka. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dalam tubuh, dan bisa memberikan efek terhadap kesehatan seseorang.

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Puasa Ramadan dapat menyebabkan perubahan drastis  gaya hidup selama 1 bulan dan dapat mempengaruhi faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Fakor risiko yang paling banyak dihubungkan dengan kejadian penyakit jantung adalah kadar lemak dalam darah, hipertensi, kebiasaan merokok, dan faktor koagulasi dan pembekuan darah.

Kadar lemak darah (Kolesterol)

Lemak merupakan salah satu zat yang bermanfaat bagi tubuh kita jika kadarnya normal, namun lemak akan membahayakan tubuh kita jika kadarnya tidak normal. Salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung dan pembuluh darah adalah lemak dapat menyusup ke dalam lapisan pembuluh darah yang rusak dan menyebabkan aterosklerosis, yaitu penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penelitian yang dilakukan oleh Mohsen Nematy (2012) menyimpulkan bahwa terdapat perubahan dari profil lemak dan perbandingan lemak baik dan lemak jahat selama puasa di bulan ramadan, Kadar kolesterol darah menurun dari 193,4±51 mg/dl menjadi 184,3±42 mg/dl setelah Ramadan, begitu pula dengan kadar trigliserida yang menurun dari 4.5±1 mg/dl menjadi 3,9±1 mg/dl dan lemak jahat, yaitu LDL. Selain, itu didapatkan pula peningkatan dari lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadan.

Hipertensi

Pada orang dengan tekanan darah (hipertensi), jantung harus bekerja lebih keras lagi dalam memompa darah dibanding dengan orang normal. Hal ini bisa menyebabkan jantung kelelahan, dan dapat terjadi pembesaran dan penebalan otot jantung, hingga gagal jantung. Selama bulan Ramadan, terdapat penurunan tekanan darah pada orang yang berpuasa, yaitu penurunan tekanan darah sistolik dari 132.9±16 mmHg menjadi 129.9±17 mmHg, sedangkan pada tekanan darah diastolik, tidak terdapat penurunan berarti.

Insulin dan homosistein

Pada salah satu penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan menjadi dua kali sehari selama bulan Ramadan dapat memperbaiki kondisi resistensi insulin pada penderita diabetes. Homosistein merupakan salah satu asam amino yang terdapat dalam tubuh, dan peningkatan homosistein darah merupakan salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Walaupun tidak signifikan, namun terdapat penurunan kadar homosistein darah saat seseorang berpuasa.

Obesitas

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko bagi banyak penyakit metabolik. Penurunan berat badan dan indeks massa tubuh bisa ditemukan dan bisa tidak ditemukan pada orang yang berpuasa, hal ini bisa disebabkan oleh asupan kalori yang tidak menurun secara signifikan selama puasa.

Stress
Kondisi stress sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung, pada saat stress akan memicu naiknya tekanan darah dan menyebabkan beban kerja jantung akan semakin berat, sehingga bisa terjadi gagal jantung. Dengan berpuasa kita bisa mengendalikan hawa nafsu, kita bisa memenej stress sehingga kondisi kerja jantung lebih ringan dan aliran darah pun mengalir secara normal.

Bagaimana puasa yang aman bagi penderita penyakit jantung ?

Pada kondisi puasa ramadhan aman untuk dilakukan bagi orang dengan penyakit jantung, asalkan penyakit yang dideritanya terkontrol dan tidak dalam kondisi akut. Makan secukupnya dan tidak melakukan “balas dendam” saat berbuka akan membantu meringankan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Angka kunjungan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit jantung cenderung tetap dan tidak bertambah selama bulan puasa, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadhan dapat menurunkan risiko serangan penyakit jantung selama 10 tahun seterusnya. Dapat disimpulkan bahwa puasa memberikan efek positif terhadap kesehatan jantung.

Semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan selamat menjalankan ibadah puasa.

PLANET FARMAKOLOGI

Senin, 22 Mei 2017

KOLESTEROL BAIK Vs KOLESTEROL JAHAT

Apakah Anda tahu apa itu kolesterol ?
Kolesterol adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk melakukan aktivitas dan salah satu manfaat dari kolesterol adalah menghasilkan energi.

Di masyarakat awam kita suka mendengar istilah kolesterol baik dan kolesterol jahat. Mengapa haris ada kolesterol baik dan kolesterol jahat ?



Nah yang dimaksud kolesterol baik yaitu zat yang tidak menyebabkan penggumpalan lemak di pembuluh darah (atherosklerosis) contohnya adalah HDL, sedangkan kolesterol jahat adalah zat yang bisa menyebabkan terjadinya penggumpalan atau penyumbatan pembuluh darah oleh lemak, contohnya LDL.

Apakah Anda tahu berapa sih nilai normal HDL dan LDL di dalam tubuh kita ?.
Mari kita lihat, bahwa kadar normal HDL dalam tubuh kita adalah >= 60 mg/dL, sedangkan kadar normal LDL dalam tubuh kita adalah <= 100 mg/dL. Sebenarnya jika dalam kondisi normal LDL dan HDL sangat diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bahayanya jika HDL <= 60 mg/dL dan kadar LDL >= 100 mg/dL, maka resikonya adalah terkena serangan jantung. Karena bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah di jantung.

Maka jagalah makanannya jangan terlalu banyak lemak, hindari minum alkohol, hindari merokok dan harus rajin berolah raga.
Jika kolesterol kadarnya sudah diatas normal maka harus diberikan obat untuk penurun kadar kolesterol, misalnya golongan Statin (Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin, dan lain-lain) atau bisa juga diberikan golongan Fibrate (Fenofibrate).

Semoga informasi ini berguna untuk kita semua.

Salam,

Planet Farmakologi



Jumat, 12 Mei 2017

APA ITU DEMAM DAN CARA MENGATASINYA ?

Kita telah mengetahui dan mungkin pernah mengalami yang namanya demam, hampir setiap orang mengalami demam. Demam, atau dalam bahasa medis disebut pyrexia, adalah kondisi dimana tubuh manusia mengalami peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dalam tubuh manusia yang sedang menderita demam.

Dalam kondisi demam ini, kita akan mengalami suhu tubuh sekitar 36,5 - 37,5° Celcius. Saat kita demam, itu berarti sel-sel penjaga tubuh sedang memerangi sel-sel yang bisa merusak tubuh. Oleh karena itu, kita akan merasa menggigil saat terkena demam.

Demam juga merupakan pertanda bahwa sel antibodi manusia ( sel darah putih ) sedang melawan suatu virus atau bakteri. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya.Penanganan demam biasanya dengan diberikan obattipire misalnya golongan Acetaminopen.

Demam bukanlah penyakit. Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi.

Bagaimana Demam Terjadi ?
Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non infeksi seperti kompleks imun, atau inflamasi (peradangan) lainnya. Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ºC.

Hal-hal yang berpotensi menyebabkan demam

  1. Meminum air dingin bagi yang mempunyai ' amandel '.
  2. Kelelahan dan kurang tidur.
  3. Olahraga yang berlebihan.
  4. Makan tidak teratur.

Penyebab demam

Pada umumnya, ada banyak penyebab demam. Namun, Planet Farmakologi akan merangkum beberapa penyebab demam :
  1. Karena radang tenggorokan.
  2. Karena radang pada gusi.
  3. Infeksi penyakit seperti infeksi penyakit influenza, HIV, malaria, mononukleosis atau gastroenteritis.
  4. Radang kulit seperti bisul atau abses.
  5. Imunologi penyakit seperti lupus eritematosus , sarkoidosis , penyakit radang usus atau penyakit kawasaki.
  6. Kerusakan jaringan yang bisa disebabkan oleh hemolisis, pembedahan atau operasi, infark, sindrom naksir, rhabdomyolysis, pendarahan otak dan lain-lain.
  7. Reaksi produksi darah yang berlebihan.
  8. Kanker seperti kanker ginjal, limforma atau leukimia.
  9. Gangguan metabolisme seperti porfiria atau gout.
  10. Proses Thrombo-emboli seperti emboli paru atau trombosis vena dalam.

Gejala terjadinya demam

Gejala demam umumnya telah terdeteksi dari beberapa hari sebelum terjadinya demam. Berikut gejala-gejala demam :
  1. Lesu.
  2. Depresi.
  3. Anoreksia.
  4. Mengantuk.
  5. Hiperalgesia.
  6. Sulit berkonsentrasi.
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat
Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter. Parasetamol

Paracetamol atau Acetaminophen adalah obat yang sering digunakan bahkan diresepkan untuk menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit. Acetaminophen bekerja dengan cara mempengaruhi pusat rasa sakit untuk menurunkan suhu ketika naik. Dosis rata-rata untuk orang dewasa adalah 325-650 mg setiap 4 jam, tidak boleh lebih dari 4 gram per hari. Dosis parasetamol sebagai obat demam anak bervariasi sesuai dengan berat badan dan usianya. Obat demam ini juga aman untuk ibu hamil dan menyusui. Ibuprofen Ibuprofen adalah obat yang tergolong dalam anti-inflamasi non-steroid.

Ibuprofen bekerja dengan menghentikan tubuh untuk memproduksi hormon yang menyebabkan rasa sakit. Hal ini paling efektif untuk pengobatan rasa sakit atau nyeri ringan hingga sedang, seperti kram menstruasi termasuk menurunkan demam. Obat ini harus selalu diminum dengan makanan (setelah makan) untuk mencegah sakit perut.

Aspirin adalah salah satu obat populer untuk menurukan demam dan meredakan nyeri. Aspirin bekerja dengan efektif menghalangi produksi hormon yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Efeknya bertahan paling lama dibandingkan dengan obat lain yang sejenis. Aspirin harus selalu diminum setelah makan. Obat ini tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Semoga ulasan ini bermanfaat untuk kita semua.

Salam,

Planet Farmakologi
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Cara Menurunkan Demam dengan Obat Demam dapat diturunkan secara efektif dengan minum obat demam yang banyak tersedia di toko obat atau apotek, artinya obat-obatan berikut dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam.
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus
Demam tidak harus segera diturunkan, namun ketika itu menimbulkan ketidaknyamanan terutama pada anak-anak, maka diperlukan langkah-langkah atau upaya untuk menurunkan demam
Bersumber dari: Cara Ampuh Menurunkan Demam - Mediskus


 

Kamis, 11 Mei 2017

ANTI EMETIKA (Anti Mual / Anti Muntah)

Muntah merupakan suatu cara perlindungan tubuh terhadap zat-zat yang bersifat merangsang dan beracun, berupa gerakan peristaltik untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut.

Terjadinya muntah diawali oleh proses mual (nausea) yang memiliki ciri muka pucat, berkeringat, air liur berlebihan, takikardia (detak jantung berdebar cepat) dan pernafasan tidak teratur. Mual dan muntah bisa merupakan suatu gejala penyekit dan efek samping obat.

Muntah bisa terjadi karena ada rangsangan dari pusat muntah di sumsum sambung (medula oblongata), berlangsung melalui mekanisme :
  1. Rangsangan dari asam lambung - usus ke pusat muntah karena adanya kerusakan mukosa lambung-usus, makanan yang tidak cocok, hepatitis, dan lain-lain.
  2. Rangsangan tidak langsung melalui Chemo Receptor Triger Zone (CTZ) yaitu suatu daerah yang letaknya berdekatan dengan pusat muntah. Biasanya rangsangan disebabkan oleh obat-obatan (Tertrasiklin, Digoksin, Estrogen, Morfin, dll), gangguan keseimbangan dalam labirin, dan gangguan metabolisme.
  3. Rangsangan melalui kulit otak (Cortex Cerebri) dengan melihat, membau dan merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.

Anti emetika adalah obat-obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan perasaan mual dan muntah.

Penggunaan Anti Emetika diberikan kepada pasien dengan keluhan sebagai berikut :
  • Mabuk Perjalanan (Motion Sickness)
  • Mabuk Kehamilan (Morning Sickness)
  • Mual atau muntah yang disebabkan oleh penyakit tertentu (kanker).

Obat Anti Emetika :
  1. Antihistamin Antiemetika, Obat harus diberikan paling lambat 1 jam sebelum efek yang diharapkan timbul, contohnya : Difenhidramin HCl, Dimenhidrinat, Siklizin, Meklizin, Sinarizin dan derivat Fenotiazin.
  2. Dopamin Blocker, contohnya : Metoklopramide, Domperidon, Klorpromazin, Proklorperazin.
  3. Serotonin Blocker, bermanfaat untuk mual muntah yang disebabkan oleh obat-obat kanker, contohnya : Ondansetron, Granisetron, Batanopride, dan Zakeopride.
  4. Antikolinergik, contohnya : Skopolamin hidrobromida.
  5. Antiemetika lain, contohnya : Haloperidol, Droperidol, Hidrokortison dan Metilprednisolon.

Semoga informasi obat Anti Emetika ini bermanfaat untuk kita semua.

Salam,

Planet Farmakologi

Selasa, 09 Mei 2017

Pengobatan Penyakit Parkinson

Parkinson merupakan gangguan neurologi gerakan otot, bersifat progresif, dengan tanda-tanda tremor, kaku otot, bradikinesia (lambat dalam memulai dan melakukan gerakan) kelainan posisi tubuh dan cara-cara berjalan.

Penyakit Parkinson ada hubungannya dengan penurunan aktivitas inhibitor neuron dopaminergik dalam substansi nigra dan korpus striatum-bagian dari sistem ganglia basalis otak yang berfungsi mengatur gerakan.

Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson adalah :
1. Levodopa
2. Bromokriptin
3. Amantadin
4. Deprenil
5. Obat Antimuskarinik

Semoga informasi singkat ini mengenai Parkinson bisa bermanfaat untuk kita semua.

Planet Farmakologi

Sabtu, 06 Mei 2017

Penggunaan Antibiotik yang Rasional

Penggunaan obat yang rasional adalah penggunaan obat yang sesuai dengan kebutuhan klinis pasien dalam jumlah dan masa yang memadai serta biaya yang rendah.
Kita sudah tidak asing lagi mendengar kata Antibiotik. Antibiotik merupakan suatu obat yang digunakan untuk membunuh bakteri yang ada dalam tubuh kita. Namun banyak masyarakat yang sudah terbiasa dengan sakit sedikit pun langsung minum antibiotik. Padahal jika kita tahu bahwa dengan terlalu seringnya minum antibiotik, maka akan menyebabkan resistensi (kekebalan bakteri).

Resistensi terhadap antibiotik bisa saja terjadi kapan saja, jika bakteri yang ada di dalam tubuh kita sudah resisten, maka kita harus berhati-hati dalam menanganinya. Pertama kita harus menaikan lagi dosisnya dan risikonya berbahaya jika dosis antibiotik terus-menerus kita naikan dan yang kedua kita harus menggangi antibiotiknya dengan yang lain, namun meskipun sudah diganti dengan antibiotik lain kemungkinan terjadi resisten masih ada.





Kamis, 27 April 2017

Perbedaan Obat Generik dan Obat Paten

Dalam masyarakat mungkin istilah obat sudah tidak asing lagi, namun ternyata dalam dunia Farmasi istilah obat ada beberapa jenis istilah. Dalam dunia Farmasi obat dikenal dengan nama Obat Generik dan Obat Paten. Sebenar apa sih yang membedakan diantara kedua obat tersebut.

Mari kita lihat perbedaannya :

Obat Generik adalah obat yang sudah habis masa patennya dengan demikian obat ini bisa di produksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar loyalti.

Sebenarnya, khasiat obat generik sendiri tidak kalah bagus dari obat paten. Karena obat generik juga memiliki kandungan zat aktif serta tingkat efektivitas yang sama dengan obat paten. Hanya saja karena kondisinya tersebut, obat generik dapat dijual dengan kisaran harga yang jauh lebih murah.
Mengapa demikian? Karena ada dua faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yakni karena memproduksi obat generik tidak membutuhkan biaya untuk riset atau penelitian serta tidak membutuhkan biaya untuk pematenan obat.

Obat Paten adalah obat yang masih mempunyai hak paten. Pada umumnya hak paten ini berumur 20 tahun, setelah 20 tahun biasanya hak patennya habis dan boleh di produksi oleh perusahaan farmasi lainnya. 

Hal tersebut tentu saja dilakukan menurut serangkaian uji klinis yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan farmasi tersebut.
Tentunya disesuaikan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Sehingga obat yang telah diberikan hak paten tersebut tidak dapat diproduksi hingga dipasarkan oleh berbagai perusahaan farmasi lainnya tanpa seizin perusahaan farmasi yang memiliki hak paten.

Itulah beberapa perbedaan obat paten dan generik yang dapat diketahui. Kesimpulan yang bisa diambil dari ulasan di atas: “obat dengan harga murah belum tentu memiliki kualitas yang rendah”. Untuk itulah sebaiknya Anda dapat lebih bijak dalam memilih jenis obat yang akan di konsumsi. Selain bijak, juga jangan sembarang dalam memilih obat konsultasikan lah terlebih dahulu ke Apoteker. 

Salam Sehat

Planet Farmakologi

Kamis, 23 Maret 2017

ANTI DIARE

Diare merupakan suatu peristiwa buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari dengan banyak cairan dalam waktu yang berdekatan, kadang-kadang disertai dengan mulas (kejang perut), darah atau lendir.

Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini bisa ditimbulkan oleh :
  1. Infeksi oleh bakteri patogen
  2. Infeksi oleh virus
  3. Penyakit cacing
  4. Keracunan makanan atau minuman
  5. Gangguan gizi
  6. Pengaruh enzim tertentu
  7. Pengaruh saraf

Adapun beberapa obat yang digunakan untuk meredam diare (anti diare) adalah :
  1. Oralit
  2. Kaolin dan Pektin
  3. Carbo adsorben
  4. Attapulgit
  5. Loperamid Hidroklorida

Hindari makanan yang sifatnya dapat merangsang peristaltik usus yang berlebihan, salah satunya adalah makanan yang mengandung pedas.

Semoga bermanfaat.

Planet Farmakologi